Selasa, 25 Juni 2013

Dunia Twitter.

          Malam ini Siska menatap layar netbook-nya dengan semangat. Bukan karena Aldi--seseorang yang beberapa bulan ini mengisi hati-nya, tapi karena teman-teman kelasnya yang masih dalam semangat memebara mendukung kelasnya untuk semifinal futsal classmeeting :). Memang ada account Aldi disela-sela tweet-tweet following-nya yang berdesakan meminta-nya untuk dibaca, tapi terasa tak menarik bagi Siska. entah mengapa. Mungkin karena Siska sudah terbiasa dengan tidak-adanya kehadiran Aldi untuk sekedar menemani rasa sepinya. Mungkin juga karena Aldi yang memilih ngetwit hal lain dibanding memention Siska.

         Malam itu Siska memberanikan diri untuk me-mention Aldi terlebih dahulu. Ia tak tahan dengan rasa kangen yang terus menyaut-nyaut dari dalam hatinya. Tapi, kangen? ah apa mungkin? skip. lanjut. Dia memulai percakapan dengan emoticon senyum di belakang  tweet-nya. dan belanjut dengan balasan yang ramah pula dari Aldi, tapi itu tak membuat Siska tersenyum lama karena Aldi berpamitan untuk tidur, penyesalan bagi Siska karena ia terlambat, lagi, sama seperti hart-hari sebelumnya. ah sudah biasa bagi Siska. 

         Siska bukanlah satu-satunya orang yang paling menderita dengan keadaan ini. bahkan masih banyak orang yang memilih bertahan dengan keadaan yang lebih parah darinya. ya, parah. Sebuah hubungan juga tidak baik jika terus dihadapi dengan hal-hal yang mesra ala anak abege yang baru jadian, tapi juga baik jika ada masalah-masalah kecil yang bisa membuat hubungan itu bertahan lama. Tapi apakah  juga akan baik jika terus-terus-an merasakan rasa sakit? entah.

         Lagu Secondhand Serenade-Maybe terdengar sangat keras dari dalam kamar Siska yang luasnya hanya 3x3 meter itu. Siska memang sangat suka mendengarkan lagu, apalagi lagu-lagu yang bisa mendeskripsikan apa yang dia rasakan. 

         Itu cerita dari Siska, dan mungkin juga kalian merasakan hal yang sama, :-) Sampai berjumpa di cerita selanjtnya!<3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar